Tim Berpacu Dengan Hujan Untuk Penyelamatan 12 Anak Dari Gua Thailand
Foto: Getty ImagesBangkok -Tim penyelamat berlomba dengan cuaca untuk mengevakuasi rombongan anak dan remaja bersama instruktur sepak bola mereka yang terperangkap di dalam gua di Thailand.
Hujan lebat diperkirakan akan turun lagi dalam beberapa hari mendatang yang akan sanggup mengakibatkan permukaan air naik dan mengancam area tempat mereka menyelamatkan diri.
Kawasan gua Tham Luang di Chiang Rai memang tidak dilanda hujan dalam waktu beberapa hari belakangan namun cuaca mungkin akan berubah.
- Kondisi gua di Indonesia menyerupai di Thailand, berisiko terbenam air
- Anak dan remaja Thailand yang terperangkap mungkin harus di dalam gua selama beberapa bulan
- Setelah ditemukan selamat, sekarang tantangannya membawa 13 orang keluar dari gua di Thailand
Beberapa cuilan dari gua Tham Luang mempunyai tinggi lebih dari 10 meter, sedang cuilan lainnya mempunyai ukuran yang amat sempit bagi ukuran seorang laki-laki dewasa.
Dan fakta bahwa cuilan dari gua tersebut terdampak banjir dengan ketinggian air sanggup terus naik, akan menciptakan menjadi komplemen kiprah yang semakin rumit.
Upaya penyelamatan mereka mungkin memerlukan waktu selama berbulan-bulan, alasannya ialah harus lebih dulu diajarkan bagaimana caranya menyelam atau menunggu sampai air surut.
Berikut beberapa pilihan yang dipertimbangkan untuk sanggup menyelamatkan ke-13 orang itu.
Dokter sudah dikerahkan untuk menyelidiki kondisi kesehatan anak dan remaja serta instruktur sepak bola yang terperangkap. (Getty Images)Menyelam
Tim penyelam dengan alat khusus menemukan kelompok yang terjebak itu sehabis melewati beberapa terowongan yang dipenuhi air, jadi mereka juga mungkin harus melewati kondisi yang sama untuk sanggup diselamatkan keluar dari gua.
Deputi Perdana Menteri Thailand, Prawit Wongsuwon, memberikan bahwa tim penyelamat sedang mengajarkan bawah umur bagaimana caranya berenang dan menyelam.
Direncanakan para korban yang masih bawah umur akan menerima helm epilog dan memasang jalur penyelaman, juga tabung oksigen di sepanjang terowongan, mungkin dengan perlengkapan cahaya untuk menerangi jalannya.
Pilihan menyelam ini dianggap sebagai pilihan berbahaya oleh sebagian pihak, namun spesialis penyelam asal Inggris menyampaikan prioritas utama ialah mengeluarkan bawah umur tersebut sebelum hujan turun, yang sanggup menimbulkan banjir lebih besar serta masuknya serpihan ke dalam gua.
Hujan diperkirakan akan turun lagi dalam beberapa hari mendatang di wilayah Chiang Rai, lokasi gua tempat para anak dan instruktur sepak bola mereka terjebak. (PA)Martin Grass -ketua kelompok penyelam gua- berharap bawah umur tersebut diberi helm penuh epilog muka, pakaian selam ringan, dan juga diajarkan bagaimana caranya memakai sirip selam untuk berenang.
Dia menambahkan tim penyelamat seharusnya memperlihatkan kode supaya ke-13 orang itu tidak perlu menahan nafas alasannya ialah memakai tabung oksigen sehingga sanggup bernafas dengan damai dan memakai sirip selam secara perlahan-lahan.
Grass menyarankan supaya bawah umur itu didampingi petugas penyelamat, "Setiap anak sedikitnya didampingi satu atau dua penyelam yang memperhatikan mereka dan memastikan mereka tidak panik."
Sementara pompa terus dipakai untuk mengurangi banjir, Grass mengharapan supaya penyelam Inggris yang membantu di tempat insiden sanggup mengevakuasi para anak dan remaja bersama pelatihnya itu sesegera mungkin.
"Dengan datangnya trend hujan, kita tidak sanggup memprediksi seberapa tinggi air akan naik."
Upaya memompa air untuk daerah gua terus dilakukan. (AFP)Pengeboran
Operasi untuk mengeluarkan air dengan memakai pompa terus berlangsung dan menyedot bergalon-galon air dari gua namun air tetap saja masuk dari lubang-lubang di gua dan dari pedoman air di perbukitan di atas gua.
Pihak berwenang sudah berupaya untuk mengebor lubang di dinding gua untuk membantu upaya pengeringan banjir walau kerikil yang tebal menghambat pengeboran.
Ada juga saran bahwa pengeboran sanggup menjadi salah satu cara untuk menyelamatkan bawah umur itu dengan mengangkatnya ke luar gua.
Namun untuk melaksanakan pengeboran maka jalan gres harus dibangun di atas gua-gua itu untuk memungkinkan peralatan pengeboran sanggup dibawa ke bersahabat lokasi guna menembus bebatuan keras.
Selain itu pengamat menyampaikan bahwa pengeboran juga memerlukan survei atas gua itu untuk mengetahui gua dari cuilan belakang sampai depan sebelum memulai pengeboran. Tanpa survei maka sanggup jadi lubang yang dibor bukan ditempat ke-12 anak dan pelatihnya berada.
Oleh alasannya ialah itu pengeboran tidak segampang yang dibayangkan.
Keluarga menanti upaya penyelamatan ke-13 orang yang ditemukan dalam keadaan hidup, sembilan hari sehabis terperangkap di dalam gua. (Getty Images)Menunggu air surut
Pilihan lainnya ialah menunggu sampai permukaan air surut, sementara pasokan pangan dan keperluan lainnya disalurkan secara teratur lewat para penyelam.
Setelah air surut maka ke-13 orang sanggup keluar dengan berjalan kaki.
Namun para hebat memperkirakan dibutuhkan waktu berbulan-bulan alasannya ialah trend hujan akan tiba lagi dan ada kemungkinan gua tempat mereka ketika ini berada bakal terendam air sepenuhnya.
Upaya pencarian anak dan remaja yang terperangkap di dalam gua menerima perhatian meluas di Thailand dan juga belahan dunia lain. (AFP)Risiko yang mereka hadapi?
Anak dan remaja yang berusia antara 11 sampai 16 tahun bersama instruktur mereka saling berdempetan di sebuah gundukan yang kering di atas permukaan air.
Kondisinya lembab sehingga mereka harus tetap berada dalam keadaan hangat dan kering atau menghadapi risiko hypothermia.
- Foto: Upaya dan doa untuk penyelamatan 12 remaja Thailand yang terperangkap di gua
- Video gres muncul, para remaja Thailand yang terperangkap di gua tampak ceria
- Banjir hambat penyelamatan belasan remaja di gua Thailand
Jatuhnya bebatuan merupakan ancaman namun kekhawatiran utama bagi tim penyelamat ialah meningkatnya permukaan air. Selain itu gelombang air juga sanggup menciptakan jalurnya menjadi rumit dan mengancam pasokan ke dalam gua, yang sanggup menghambat proses evakuasi.
Sementara mereka menunggu upaya penyelamatan keluar dari gua, para korban harus tetap damai ketika berlindung di gundukan alasannya ialah mereka sanggup menciptakan batu-batu berjatuhan atau bahkan terjatuh ke dalam genangan air.
Sumber detik.com
Komentar
Posting Komentar